Rabu, 31 Oktober 2012

Artikel "Samsudin"


PENGORBANAN PARA PEMUDA
Negara Indonesia merupakan bangsa yang dijuluki sebagai zambrut khatulistiwa. Alamnya membentang subur  kehijauan dengan rentetan ribuan pulau yang berjajar dari sabang hingga merauke. Kekayaan alamnya yang khas di dunia semakin bertambah lengkap dengan dukungan keanekaragaman agama, budaya ras serta flora dan faunanya. Sungguh modal yang sangat berguna untuk dikelola menjadi sebuah bangsa yang makmur dan kaya raya oleh para pemuda.
Dari kalimat yang sudah dijelaskan tersebut timbul pertanyaan yang mendasar, siapa sajakah yang termasuk pemuda tersebut ?, dan bagaimana kondisi pemuda tersebut? Pemuda yaitu mereka yang diidealkan sebagai sosok yang penuh energi, semangat, dan kreatif untuk mengubah negeri ini.
Negeri ini terbentuk oleh pemuda, negeri ini juga akan bisa berubah karena pemuda. Pemuda merupakan bagian vital dalam menentukan nasib Negara ini di kemudian hari. Kita bisa melihat peristiwa-peristiwa yang dlakukan oleh para pemuda. Berawal dari tanggal 28 oktober 1928 yang merupakan hari sumpah pemuda. Para pemuda yang tersebut mengikrarkan sebuah janji yang sampai saat ini tidak akan pernah terlupakan. Isi dari janji tersebut adalah :
“Kami putra putri Indonesia mengaku bertumpah darah Satu, tanah air Indonesia
Kami putra putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
Kami putra putri Indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia”
Pada saat itu pula para pemuda mencetuskan sebuah kalimat yang berbunyi “bhineka tunggal ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu.   Dari sebuah kalimat yang dilihat hanya sepele tersebut membuat para pemuda bersatu, tidak memandang ras, suku, dan budaya. Peristiwa lain yang bisa kita lihat yang dilakukan oleh para pemuda pada masa lampau yaitu perlawanan pemuda Indonesia terhadap jepang, yang pada saat itu pada tanggal 9 maret 1942 jepang berkuasa di negeri Indonesia. Namun para pemuda tak pernah putus semangat dalam melawan para penjajah tersebut. Peristiwa lainnya adalah organisasi pemuda yang bernama PETA yang di ketuai oleh supriadi.
Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang sangat berperan dalam perkembangan dan pambangunan bangsa Indonesia ini. Bangsa ini merdeka berkat bantuan para pemuda, nasib bangsa Indonesia kedepan ada di tangan para pemuda. Namun, para pemuda tidak saja melakukan perubahan yang baik bagi bangsa ini. Ada saja pemuda yang membuat bangsa ini kecewa. Contohnya tawuran yang dilakukan oleh para pelajar. mereka hanya mementingkan hak mereka, mereka tidak menjalankan kewajiban mereka sebagai pemuda.
Potret pemuda yang bisa kita lihat pada zaman sekarang ini membuat bangsa Indonesia lebih banyak kecewanya. Karena pemuda Indonesia lebih banyak membuat perusakan daripada pembangunan. Semua itu karena zaman semakin modern. Itu sudah hukum alam. Tidak bisa diubah. Namun masih ada juga pemuda yang membuat bangsa Indonesia ini menjadi semakin terkenal di internasional. Contohnya mahasiswa fakultas universitas Indonesia mengharumkan nama Indonesia dengan juara pertama lomba peradilan semu “the 7th red cross international humatarian law” (the winning team) untuk kawasan asia-pasifik yang berlangsung pada 6-7 maret 2009 di hongkong. Predikat lain pemuda Indonesia adalah Angelina venni. J menjuarai olimpiade informatika internasional dan mendapatkan medali perak  Dengan predikat tersebut bangsa Indonesia menjadi bangga.
Negeri ini tak akan terbangun tanpa perjuangan para pemuda. nasib negeri ini juga ada di tangan para pemuda. jayalah pemuda Indonesia. Seperti yang di ungkapkan oleh bung karno yaitu “berikan aku sepuluh pemuda maka aku akan mengguncangkan dunia”

Artikel "Amna Fauziah"


PELAJAR YANG TERPELAJAR
Permasalahan yang di hadapi oleh kalangan pelajar tak kunjung usai, menjadikan pelajar yang terpelajar tidak lah mudah,berbagai macam cara yang di lakukan tidak membuahkan hasil.
Banyak pelajar yang tidak terpelajar di sebabkan oleh beberapa faktor,faktor globalisasi,pergaulan bebas,lingkungan dan faktor lainnya.faktor inilah yang menyebabkan mereka tak sadar bahwa mereka adalah seorang pelajar.jika di definisikan pelajar adalah orang-orang yang memiliki cara berfikir,bersikap,dan bertindak yang baik.
Beberapa kasus di indonesi seperti yang terjadi di Ciamis,Kabupaten Bogor,beberapa pelajar  Bogor melakukan tauran dan kriminalitas lainya,ironis bukan?
Bagaimana menjadikan mereka seorang pelajar yang terpelajar dan memiliki karakter? Tentu tikak mudah.
Pelajar SMP dan SMA dapat di kategorikan sebagai anak remaja jika di artikan anak remaja adalah seorang manusia yang belum matang dan labil dalam berkata-kata,berfikir,bersikap dan bertindak.akibatnya para remaja mudah di pengaruhi oleh lingkungannya.karakter mereka yang labil membuat remaja bersikap cuek atau tidak peduli dengan lingkungan sekitar,kurang berprestasi,suka membangga-banggakan orangtua,solidaritas berlebih,minat belajar kurang,lebih mengandalkan otot dari pada akal serta berlebihan dalam hal mencintai dan membenci.
Kondisi inilah yang membuat mereka gampang melakukan tindakan-tindakan kenakalan,seperti perkelaihan,terjerat Napsa dan pergaulan bebas.
Tidak seharusnya remaja sebagai pelajar terjerumus ke dalam kenakalan apabiala sejenak pihak melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan.
Pembinaan remaja seharusnya merupakan satu upaya pencegahan kenakalan,cara lain adalah dengan mengoptimalkan kinerja polisi sebagai penegak hukum.Menurut seorang kriminalog yang bernama Soedjono dirdjosiswono S.H mengatakan. upaya tepat mencegah kenakalan adalah dengan cara moralitas dan abolisionitis.kedua cara ini sering dilakukan oleh negara maju untuk mencegah munculnya kejahatan.selain itu remaja di ikut sertakan dalam bertanggungjawab atas masyarakat contoh kecil adalah gotongroyong dan baksos, mendorong anak agar dapat mengikuti kegiatan religius cara ini juga di lakukan untuk menambah keimanan pada anak  cara ini mampu mencegah kenakalan remaja karena setiap agama mengajarkan untuk kasi mengasihi,sayang-menyayagi,dan mencintai sesama manusia.
Yang berperan penting dalam mengatasi persoalan anak remaja adalah keluarga.pembinaan dan peningkatan kualitas keluarga sangat di perlukan,olek karena itu,kedua orangtua berkesempatan membina dan mengembangkan kepribadian dan ahlak-ahlak anak-anak mereka dengan baik.
Selain cara-cara yang seperti ini dapat juga di lakukan dengan menyehatkan kembali materi dan penyajian dalam media massa,baik yang tercetak,melalui elektronik, maupun yang tertayang di layar kaca dan buku-buku serta majalah dan poster-postef filim
Semoga dengan cara ini dapat menumbuhkan kesadaran seorang  pelajar tentang pentingnya pendidikan,dan mereka dapat menyadari bahwa kenakalan remaja itu tidak lah baik,dan agar mereka tau bagaimana cara bertinkahlaku dan bersifat sebagai pelajar yang terpeljar dan dapat berfikir yang posif atas apa yang mereka perbuat
Harapan saya kedepan agar pemuda indonesia menjadi generasi yang berpendidikan dan mempunyai moral,dapat membangun negara menuju kemakmuran bukan merusak negara menuju kesensaraan, yakinlah dengan yang kau punya terus belajar dan berkarya demi indonesia karna di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin.
BANGKIT NEGRI KU,JAYA NUSA BANGSA KU,BERKIBAR BENDERA KU!!!!!

Artikel "Dewi Hasiru"


Generasi Muda sebagai Aset Utama Bangsa
Bahwa sesungguhnya ditangan pemuda lah permasalahan masyarakat akan dipecahkan dan di dalam pengorbanannya lah suatu bangsa akan tetap hidup dan berkembang”
Pepatah diatas menggambarkan bukan suatu niscaya dalam sebuah peradaban dunia . hampir disetiap peradaban yang ada, perubahan selalu diawali dengan campur tangan  pemuda. Indonesia sebagai salah satu contohnya , peran pemuda sangat berpengaruh besar atas proklamasi kemerdekaan Republik Idonesia pada tanggal 17 agustus 1945. Jika bukan karena semangat yang membara dan kegigihan kaum muda untuk meminta Soekarno memproklamasikan kemerdekaan RI, tentu Indonesia semakin lama memuai kemerdekaan dan tetap menjadi boneka Jepang pada waktu itu. Jadi tidak dapat diragukan lagi pemuda adalah aset terbesar bahkan aset yang paling berharga yang dimiliki oleh suatu banggsa.
Sejarah mencatat , masa perahlian dari orde lama ke orde baru pada tahun 1966  dan perahlian dari orde baru ke masa reformasi sampai sekarang pun lahir karena andil pemuda dengan pengorbanan yang tidak sedikit dari mereka. Sehingga asumsi yang sudah mengakar sampai sekarang adalah pemuda sebagai agen perubahan. Namun demikian pertanyaan yang muncul apakah pemuda Indonesia berubah menjadi baik atau berubah menjadi lebih buruk. Tentu semua menginginkan berubah menjadi lebih baik dan menuju kesempurnaan.
Jika dianalisa keadaan pemuda sekarang , tingkat keprihatinan pada masa sekarang tentu berbeda dengan masa perjuangan 45 maupun pada masa perahlian. Pemuda sekarang cenderung menghadapi keadaan yang sebaliknya, di satu sisi wabah hedonisme yang merusak pemuda, di satu sisi lagi wabah kemiskinan dan ketidak mampuan yang terbayang di depan mata pemuda setelah mereka menyelesaikan masa studinya. Permasalahan tersebut memeng tidak terlalu berbeda dengan pemuda zaman 45, dimana hidonisme dan kemiskinan mewabah di pemikiran pemuda. Namun prosentasinya disbanding dengan sekarang tentu lebih besar sekarang. Hal ini bisa dibuktikan dengan sedikitnya kepedulian pemuda pada permasalahan bangsa, bahkan justru pemuda lebih disibukkan dengan permasalahan sendiri. Pelajar disibukkan dengan masa pencarian jati diri dengan kaca mata hedonisme barat, sedangkan mahasiswa disibukkan dengan tuntutan agar biaya pendidikan lebih murah.
Permasalahan yang kompleks di atas tentu membutuhkan pencerahan, tidak hanya dari pemuda itu sendiri, tapi juga dari suatu Negara yang mau mempersiapkan generasi penerusnya agar membuat membuat Negara Indonesia menjadi lebih baik. Mengutip apa yang tersirat pada ungkapan Soekarno tentang pemuda dan pembangunan Negara , bahwa dengan hanya 10 pemuda, maka dia sanggup membawa Indonesia menjadi lebih baik. Ungkapan tersebut, tidak hanya semata suatu bombastis dimulut Proklamator.
Kembali pada permasalahan yang dihadapi pemuda saat ini dan mengaca pada ungkapan Sang Proklamator, maka perlu tindakan pemerintah sebagai seorang ibu, untuk menyiapkan dari sekarang generasi penerus merekadan aset bangsa agar mampum menerbangkan garuda yang gagah bukan garuda yang punya penyakit paru – paru dan asma karena hutannya sudah digerogoti, atau terlihat kurus kering kerena sumberdaya alamnya habis tidak tersisa untuk makanan dia. Sehingga pada 200 tahun lagi masih terdengar gaung suara kemerdekaan : HIDUPLAH INDONESIA RAYA……  

Artikel "Nisaul Faidah"


Wujudkan Pemuda Berkarakter, dengan Mempramukakan Pemuda Indonesia

Kondisi dinamika kebudayaan dan karakter bangsa kita sekarang ini menjadi pandangan yang tajam oleh masyarakat. Betapa parahnya kondisi karakter bangsa kita sekarang ini, sungguh ironis dan tragis. Karakter bangsa Indonesia yang seyogianya terpatri dalam sanubari para pemuda kini telah hilang. Sesungguhnya apa yang yang terjadi dengan pemuda kita? Dan mengapa terjadi seperti ini? Bukankah pendidikan berkarakter telah diberikan kepada kita sejak dini?
Pemberian pendidikan berkarakter mulai sejak dini saja tidak cukup, buktinya masih banyak para pemuda yang belum bisa menerapkannya. Pemerintah telah menentukan 18 karakter yang harus diterapkan di Pendidikan Formal (sekolah). Yang dimasukkan dalam mata pelajaran PPKn dan disisipkan kedalam mata pelajaran lain. Namun hal ini belum menyentuh secara komprehensif, karena masih berkutat pada pendidikan formal. Bagaimana pendidikan non formal?
Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan non formal diharapkan mampu menjadi suatu kekuatan perubahan sosial nasional dan peranan gerakan pramuka ini semakin nyata dengan diakuinya gerakan pramuka dalam undang-undang tentang gerakan pramuka. Ditinjau dari segi sosial budaya dari pembangunan bangsa maka pendidikan kepramukaan yang sebenarnya paling cocok untuk mempersiapkan anak muda untuk menanggulangi merosotnya karakter bangsa. Hal ini diperkuat dengan maksud dan tujuan gerakan pramuka yaitu “Mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga menjadi manusia yang berwatak, berkepribadian, dan berbudi pekerti luhur”
Jika kita melihat paran serta tujuan gerakan pramuka, tentunya sangat mudah untuk kita mengembalikan karakter bangsa yang telah hilang. Saat ini pemerintah sibuk membuat formula karakter bangsa yang sekarang telah terbentuk 18 karakter, sementara gerakan pramuka sebelum bangsa Indonesia merdeka telah memiliki formula karakter bangsa yang hanya dikemas dalam 10 Dasa Dharma (ketentuan) yang semuanya mencangkup ke-18 karakter yang telah ditentukan pemerintah. Contoh kongkritnya saja pada dharma pertama “Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa” ke-2 “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia” Ke-3 “Patriot yang Sopan dan Ksatria” dari ketentuan tersebut telah mencangkup ke 18 karakter bangsa meliputi Jujur, Religius, Kasih sayang, cinta damai, santun, Pantang Menyerah dll. Perbandingan lainnya, 18 karakter bangsa tersebut hanya berlaku dan mungkin diterapkan di sekolah saja. Sementara Ketentuan dalam pramuka harus diterapkan dan direalisasikan tanpa mengenal umur. Dan sepanjang sejarah bangsa Indonesia, nama pramuka tidak pernah tergaung dalam hal-hal yang negatif seperti tawuran antar sesama.
Pramuka Dikurikulumkan !
Pemerintah kurang gesit dalam menghadapi karakter pemuda yang hilang. Selagi masih ada jalan untuk mengembalikan karakter pemuda tersebut, mengapa pemerintah tidak memasukkan pramuka ke dalam kurikulum pendidikan? Mengingat gerakan pramuka yang penuh dengan ketentuan dalam menjadikan anak muda Indonesia menjadi berkarakter. Sistem pendidikan dalam Gerakan Pramuka berlandaskan Sistem Among yang menerapkan 3 prinsip kepemimpinan antara lain Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani. Yang dikemukakan oleh Tokoh Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara. Namun, dari ketiga prinsip tersebut hanya satu yang diambil dalam sistem pendidikan nasional yaitu Tutwuri Handayani, kedua prinsip lain hanya tersirat, tidak tersurat dan tidak diaplikasikan. Hebatnya pramuka juga bukan hanya ada di Indonesia, nama pramuka telah harum diseluruh penjuru dunia. Dan juga pramuka ada disemua jenjang dari SD,SMP,SMA dan Perguruan tinggi. Apabila Pramuka dikurikulumkan, maka akan mudah kita mempertahankan karakter dan jati diri bangsa!
Marilah kita satukan tekad dan semangat untuk bersama-sama menggempur musuh-musuh yang akan menghancurkan karakter bangsa Indonesia. Kita cari karakter bangsa yang hilang dengan mempramukakan para pemuda Indonesia. Jangan biarkan karakter itu hilang dan tak kembali! Jangan biarkan Indonesia melahirkan generasi yang pintar tanpa karakter!!!